Tipe pola asuh dapat mempengaruhi perkembangan anak


Secara etimologi kata "asuh" diartikan sebagai pemimpin, pengelola dan pembimbing. Maka tidak heran jika kata asuh digunakan sebagai kata yang tepat untuk pengasuhan anak. Dimana dapat disimpulkan bahwa pengasuhan adalah mendidik, membimbing dan memelihara semua kebutuhan yang anak perlukan. Seperti menyiapkan makanan, minuman, pakaian yang akan dipakai hingga tumbuh kembangnya di segala bidang dan urusan sampai anak dewasa.

Seiring dengan berkembangnya zaman, beberapa pola asuh anak atau pengasihan anak dapat mempengaruhi daya tumbuh dan kembang anak.

Ada tipe pola pola asuh yang harus diketahui oleh semua orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya.

Kenapa hal ini sangat penting untuk dipelajari karena pola asuh berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak kelak ia menjadi dewasa.


Beberapa tipe pola asuh tersebut diantaranya adalah:


1. Tipe Otoriter

Pola asuh tipe otoriter adalah pola asuh yang melibatkan orang tua sebagai pemegang kekuasaan seutuhnya. Orang tua berperan sebagai penuntut dan pengendali tanpa adanya bimbingan, komunikasi yang baik dan kehangatan kepada anak. Mereka selalu menuntut anak untuk menjadi seperti apa yang orang tua inginkan. Bahkan aktifitas sehari-hari anak seolah terpantau 24 jam. Sedikit-sedikit orang tua mengkritisi apa yang dilakukan anak. Tidak ada kebebasan yang mutlak. Mereka menanamkan kepatuhan terhadap tradisi dan kekuasaan mereka.

Anak yang mendapatkan tipe pola asuh otoriter akan cenderung menarik diri dari kehidupan sosial, tanggung jawab yang sedang dan kompetensi yang kurang.

Jika hal ini terjadi pada pada anak laki-laki maka mereka akan cenderung lebih agresif dan tertutup. Sedangkan anak perempuan akan selalu tergantung pada orang tuanya, memiliki sifat mudah menyerah dan tidak memiliki motivasi untuk maju.


 2. Tipe Penyabar

Tipe pola asuh ini biasanya orang tua akan menerima, responsif, sedikit memberikan tuntutan pada anak anak mereka. Namun karena penyabar akhirnya orang tua lebih banyak membolehkan apa saja keinginan anak sehingga hal ini kelak memicu anak akan agresif dan kurang percaya diri. Karena segala sesuatunya tidak di dapatkan dengan perjuangan sehingga anak cenderung terbebaskan.


3. Tipe Autoritif

Orang tua dengan tipe pola asuh ini akan melibatkan anaknya dalam kegiatan sepenuhnya. Pola pengasuhan tipe ini, orang tua sudah memiliki tingkat pengendalian yang sangat tinggi terhadap segala bentuk tindakan anak-anaknya. Sehingga terkontrol dengan baik. Apalagi orang tua mengendalikan tindakan anak-anaknya sesuai dengan tingkat kemampuan intelektual dan sosial mereka.

Disamping itu anak-anak tetap diberi bimbingan, kehangatan, kasih sayang dan komunikasi yang baik. Orang tua juga memberikan penjelasan tentang larangan atau hukuman serta kewajiban dan hak yang baik. 


4. Tipe Penelantar

Tipe pola asuh ini orang tua justru memperhatikan dirinya sendiri tanpa harus terlibat dalam aktivitas anak-anak mereka. Mereka tidak mengetahui bagaimana anaknya bermain, dimana sedang bermain bahkan tidak mengenal siapa teman-teman mereka. Mereka tidak terlalu tertarik dengan cerita anak-anaknya baik disekolah maupun di luar sekolah. Anak jarang di ajak bercakap-cakap. Tidak terlalu memperdulikan anak-anaknya. Sehingga anak tidak terlalu dekat dengan orang tua. Ia memilih untuk mencari tempat yang lain sehingga banyak yang bertindak di luar batas. Karena kurangnya perhatian. 

Dari beberapa tipe pola asuh di atas, pola asuh autoritiflah yang tepat diterapkan. Karena akan mempengaruhi perkembangan anak kedepannya. 



 

Komentar

Postingan Populer